Corona mengubah kehidupanku

Di awal tahun 2020 ini dunia sedang dihadapkan sedang masalah yang cukup serius. Masalah tersebut adalah hadirnya wabah virus corona (COVID-19) yang pada awalnya muncul di daerah Wuhan (Cina).



Wabah ini terus menyebar sampai daerah Asia bahkan sampai Eropa. Dengan menyebarnya wabah tersebut ada beberapa negara yang menutup akses penerbangan dan pelayaran ke luar negeri, hal ini bertujuan untuk memutus jembatan wabah.

Menurut (https://m.cnnindonesia.com/internasional/20200319014234-134-484771/wabah-corona-475-tewas-dalam-satu-hari-di-italia) di Itali terdapat 475 penderita corona yang tewas dalam satu hari, Rabu (18/3). Dan total kematian berjumlah 2978 jiwa serta 35713 jiwa yang terjangkit virus corona, Kamis (19/3). Setelah kejadian itu pemerintah Italia menghimbau kepada rakyat Italia agar menjaga dirinya dan mengurangi aktivitas yang melibatkan bnyak orang.

Dan saat ini Indonesia sedang menjalankan kebijakannya untuk melawan corona (COVID-19). Kebijakan tersebut diharapkan dapat mencegah dan memutus rantai menyebaran virus tersebut. Salah satunya dengan cara pengecekan sebelum melakukan penerbangan ke daerah lain.


Hal tersebut dilakukan karena wabah corona berasal dari luar negeri, dan otomatis jalur lalu lintas yang sering digunakan masyarakat dari luar negeri adalah jalur udara atau pesawat. Jika penerbangan ke luar negeri harus ditutup, hal ini akan merugikan para turis yang berlibur di Indonesia yang akan kembali ke negara asalnya.
Serta kegiatan ekspor dan impor akan terhambat yang mengakibatkan kerugian pada Indonesia.

Kita dapat mencegah penularan virus tersebut dengan menggunakan masker dan antiseptik. Tetapi di Indonesia harga masker melonjak tinggi dan persediaannya pun terbatas. Kita juga dapat mencegah wabah tersebut dengan pola hidup sehat.

Dikarenakan wabah tersebut, Saya sebagai pelajar harus belajar di rumah selama 2 pekan. Kebijakan memiliki memiliki berbagai dampak. Dampak positifnya para pelajar memiliki waktu istirahat yang cukup serta dapat memutus jembatan penyebaran virus corona. Dampak buruknya pada siswa yang akan melakukan Ujian Nasional (UN), menurut saya belajar di rumah kurang efektif karena kita akan dihadapkan dengan pekerjaan rumah juga.

Dan yang saya herankan adalah kegiatan beribadah pun di salah satu daerah sudah mulai dilakukan di rumah masing-masing bukan lagi di tempat ibadah yang sebenarnya. Sebenarnya hal hal tersebut juga sebagai langkah pencegahan. Tidak hanya di bidang keagamaan, perlombaan-perlombaan juga diundur sampai wabah corona ini mulai berkurang.

Saya sebagai siswa hanya dapat mengikuti kebijakan pemerintah Indonesia sebagai langkah pencegahan wabah Corona ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Upaya Pencegahan Perkelahian antar pelajar.

Artikel Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda