ANCAMAN BERDIMENSI SOSIAL BUDAYA BAGI INDONESIA
PENGERTIAN
Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Salah satu di antaranya adalah ancaman sosial budaya.
Ancaman sosial budaya berupa isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan yang menjadi dasar timbulnya konflik vertikal antara pemerintah pusat dan daerah, dan konflik horizontal yaitu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).
Contoh ancaman Sosial Budaya
Ancaman adalah setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang dinilai membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, dan keselamatan segenap bangsa. Salah satu di antaranya adalah ancaman sosial budaya.
Ancaman sosial budaya berupa isu-isu kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan ketidakadilan yang menjadi dasar timbulnya konflik vertikal antara pemerintah pusat dan daerah, dan konflik horizontal yaitu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).
source : wartakota.tribunnews.com
Contoh ancaman di bidang sosial budaya adalah :
- Sifat konsumtif
- Kemiskinan
- Kebodohan
- Keterbelakangan
- Hedonisme
Contoh ancaman Sosial Budaya
Malaysia Klaim Tari Pendet Bali
JAKARTA--Malaysia
kembali mengklaim budaya Indonesia -- tarian pendet, Bali -- menjadi
budaya mereka yang dicantumkan dalam iklan visit year mereka.
Sebelumnya, mereka telah mengklaim angklung, reog Ponorogo, batik, Hombo
Batu, dan Tari Folaya. Budayawan, Radhar Panca Dahana, mengatakan
pengklaiman budaya Indonesia oleh Malaysia untuk kesekian kalinya
merupakan kesalahan pemerintah Indonesia sendiri. "Ya tidak apa-apa lah,
kita juga suka mengambil budaya lain untuk untuk promosi," katanya
kepada Republika, Rabu (19/8).
Ia
menilai kecolongan budaya tersebut sebenarnya sebuah cermin atau
refleksi. Ia menilai kita terluka dan malu, karena kita sadar sebagai
pemilik kebudayaan itu kita tidak memperhatikannya. "Selama ini
kebudayaan dipinggirkan, pemerintah dan masyarakat tak lagi peduli,"
ujarnya.
Sedangkan negara lain, seperti Malaysia, kata Radhar, membutuhkan ekstensi kebudayaan, karena kebudayaan adalah senjata terbaik untuk diplomasi internasional. Potensi bisnisnya bagus. "Malaysia tahu mereka kekurangan budaya, mereka pintar melihat kebudayaan negara tetangganya, dan mereka menghargai budaya untuk mencari keuntungan, sedangkan pemerintah kita tidak peduli. Hanya peduli pada olahraga dan program lainnya," katanya.
Untuk
itu, kata Radhar, kedepannya agar Indonesia tidak kecolongan lagi,
pemerintah harus perhatikan kebudayaan itu. "Kita majukan budaya kita
supaya kita ada di depan, munculkan budaya kita dalam upacara-upacara,
acara-acara, jangan lagu-lagu masa kini yang dinyanyikan oleh Presiden
kita," tandasnya. she/kpo Berita Terkait : Masyarakat Tahan Diri Soal
Tari Pendet Kasus Tari Pendet Pemerintah RI akan Minta Klarifikasi.
A. Ancaman di Bidang Sosial Budaya
- Masuk nya budaya luar yang memengaruhi budaya asli indonesia.
- Lebih banyak penggunaan barang impor daripada produk negeri.
- Sikap individualisme.
- Mulai melupakan nilai sosial budaya indonesia.
- Lebih banyak penggunaan barang impor daripada produk negeri.
- Sikap individualisme.
- Mulai melupakan nilai sosial budaya indonesia.
B. Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Sosial Budaya
Bangsa Indonesia berusaha memelihara keseimbangan dan keselarasan fundamental, yaitu keseimbangan antara manusia dengan alam semesta, manusia dengan masyarakat, manusia dengan Tuhan, keseimbangan kemajuan lahir dan kesejahteraan batin.
-Menyaring budaya yang masuk ke indonesia
-Menigkatkan wawasan
-Meningkatkan pertahanan dan keamanan
-Menyaring budaya yang masuk ke indonesia
-Menigkatkan wawasan
-Meningkatkan pertahanan dan keamanan


Apa akibatnya jika kita ngeklaim budaya orang ???
BalasHapusDapat menimbulkan salah paham antar negara dan dapat memicu peperangan
HapusMateri ok... selamat ya.... pointmu 86
BalasHapus